Hmm..berbicara mengenai jatuh cinta, mengenai perasaan sebenarnya
sangat sederhana. Penyelesaiannya tidak panjang lebar layaknya sebuah cerpen
atau novel romantis yang tebalnya sampai berratus halaman karena muncul banyak
konflik didalam plotnya. Sebagai seorang muslim/muslimah, jatuh cinta juga
tidak boleh ditanggapi jauh dari koridor Islam. Dalam Islam, solusi untuk
seseorang yang jatuh cinta hanya ada dua: Menikah atau Mencintai Dalam Diam.
Begini, Islam sudah menetapkan 2 pilihan tadi yaitu Menikah atau
Mencintai Dalam Diam. Untuk para muslim dan muslimah yang memang sudah siap
menikah, tentu perkara jatuh cinta ini sangat mudah. Mereka bisa menikah ketika
hatinya yakin dengan calonnya. Tapi, yaah namanya juga cinta, datangnya tidak
bisa ditebak kapan dan kepada siapa ia tertaut, tanpa plih manusia, ia bisa
saja datang kepada 2 manusia yang belum siap menikah.Terus gimana ya caranya
seorang muslimah apalagi seusia remaja dalam menghadapi sebuah cinta ?
Satu-satunya solusinya adalah Mencintai Dalam Diam.
Ketika seorang muslimah jatuh cinta..Tidak perlulah sengaja
memperlihatkan diri didepannya. Berusaha menarik perhatiannya dengan kecantikan
kita. Berusaha mendekatinya dan asik bercanda berdua dengannya. Cukup dengan
persiapkan dirimu untuk jodoh halalmu kelak. Persiapkan imanmu. Persiapkan
sebaik-baiknya dengan ilmu agama dan ilmu dunia ( asal jangan ilmu hitam, ilmu
pink ajaah lebih cantik :) ). Tutup auratnya dengan syar’i. Bentengi diri
dengan puasa. Bacaan Alqur’an nya dipermantap. Kalau perlu hafalannya ditambah.
Batasi diri dari pergaulan dengan lawan jenis, jaga jarak dengan dia. Serahkan
semua kepada Allah. Pokoknya kalau lagi jatuh cinta ,kalem aja deh :)
Dalam mencintai dalam diam, hendaknya berusahalah menepis perasaan
yang berkibar-kibar dalam hati. Hendaknya berusaha menyederhanakan hatinya. Dan
juga akalnya. Berusaha tutup rahasia hatimu rapat-rapat. Cukup lepaskan semua
perasaan dalam sebentuk doa. Doakan saja dia. Lepaskan semuanya dalam sujud.
Heningkan ia dalam sujud di sepertiga malammu. Ceritakan semua perasaanmu
kepada Allah. Berharaplah yang terbaik hanya kepada Allah. Jangan malah kamu
biarkan perasaanmu berceceran di social media dengan curhat kayak sinetron.
Karena dengan menyibukkan diri dengan ibadah dan kegiatan positif
,setidaknya jika seandainya dirimu ternyata tidak berjodoh dengannya atau
ternyata perasaanmu malah berangsur-angsur hilang, kamu tidak akan rugi
apa-apa. Tidak akan sia-sia. Tidak ada hati yang harus tersakiti. Juga tidak
akan membuatmu malu akan apapun padanya. Terlebih malu pada Allah. Malah akan
semakin membentuk dirimu sebaik-baiknya sebelum jodohmu yang sebenarnya datang
menjemput. Ingat konsep jodoh dalam surah An-Nur ayat 26, kan? :’)
Pahamkan
perasaanmu bahwa jika laki-laki itu berakhlak, tentu dia tidak mengajakmu
pacaran, tapi mendatangi ayahmu dan melamarmu untuk dinikahi baik-baik. Tapi
nanti dulu, kalau usiamu juga sudah pas yaa, wkwk. Sesuai ajaran Rasulullah
saw. ,kan? Jika kalian berjodoh, maka Allah akan pertemukan juga. Jika tidak
berjodoh, maka Allah akan pertemukan dengan yang lebih baik buatmu.
Falling in
love is as simple as that way :’) pada dasarnya rasa cinta itu memang fitrah
sebagai seorang manusia, tetapi jangan karena alasan cinta kamu jadi merusak
surga untuk kedua orang tuamu (Pacaran). Keep Jomblo fisabilillah, Jomblo
Elegan.
Wallahu
a’lam bish-shawab…
Oleh: Nur
Arsy Amelia/ @AmeliaArsy












